Gerbang Digital
SHARE :

10 Cara Meningkatkan Traffic Website Untuk Pemula

20
02/2021
Kategori : Tips & Trik
Komentar : 0 komentar
Author : gerbangdigital


10 Cara Meningkatkan Traffic Website Untuk Pemula

Semua Pemilik website pasti senang jika websitenya dibanjiri pengunjung setiap hari. Website toko online memerlukan traffic tinggi untuk dikelola sebagai pelanggan. Blog juga membutuhkan traffic tinggi agar bisa memasang iklan atau kerjasama dengan pengiklan di blog mereka.

Saat pertama kali Anda membuat website atau blog, mungkin Anda telah mencoba berbagai cara untuk meningkatkan traffic website atau blog Anda. Dari menerbitkan banyak konten secara konsisten, mempostingnya di media sosial, hingga mengiklankannya.

Sayangnya Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Traffic website atau blog Anda masih terlalu sedikit meskipun Anda telah menyiapkan semua cara untuk meningkatkannya. Anda juga mulai bertanya-tanya apakah metode yang Anda gunakan salah?

Pada kesempatan kali ini kami akan menuntun Anda melalui 10 cara jitu untuk meningkatkan traffic website anda.

Cara Jitu Meningkatkan Traffic Website

1. Riset Keyword

Menulis artikel berdasarkan ide pribadi saja sangat tidak disarankan. Tidak melakukan riset keyword sebelum menulis artikel adalah kesalahan fatal bagi semua pemilik website dan blog. Hanya mengandalkan ide pribadi, tanpa melakukan riset keyword, dalam menulis artikel akan menyulitkan website Anda untuk ditemukan di hasil pencarian Google.

Ide tulisan Anda bisa saja bagus dan menarik menurut Anda, tapi jika tidak ada orang yang tertarik sama sekali dengan ide tersebut, traffic website Anda akan sulit ditingkatkan. Dengan melakukan riset keyword, Anda bisa menemukan kata kunci yang banyak dicari oleh pengguna mesin pencari Google.

2. Targetkan Long Tail Keyword

Ketika melakukan riset keyword, Anda akan menemukan dua jenis keyword, yaitu short tail keyword dan long tail keyword. Short tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari satu sampai dua kata. Misalnya, kata kunci seperti “membuat blog” atau “contoh blog”.

Kata kunci jenis short tail cenderung memiliki volume pencarian tinggi, tetapi dengan persaingan yang tinggi pula. Untuk memenangkan persaingan di short tail keyword biasanya lebih sulit karena hampir semua website menargetkannya.

Sebelum memenangkan persaingan ketat di short tail keyword, Anda bisa menargetkan long tail keyword terlebih dahulu. Long tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari lebih dari tiga kata. Misalnya, “cara membuat website dengan WordPress” atau “cara membuat toko online”.

3. Gunakan LSI Keyword

Dari riset keyword Anda akan mendapatkan banyak kata kunci untuk ide artikel Anda. Namun, seringkali tool riset keyword memberikan kata kunci kaku dengan variasi yang terbatas. Sistem yang digunakan tool riset keyword biasanya menyeragamkan beberapa kata kunci yang serupa menjadi satu kata kunci. Akibatnya variasi kata kuncinya terbatas.

Padahal tidak semua orang menggunakan satu kata kunci yang sama persis ketika mencari sebuah topik. Orang-orang menggunakan berbagai macam variasi kata kunci untuk mencari topik tertentu. Anda perlu mengetahui variasi kata kunci tersebut agar artikel Anda menjadi lebih manusiawi.

Anda dapat menemukan berbagai macam variasi kata kunci menggunakan LSI Keyword. LSI adalah kependekan dari Latent Semantic Indexing (Indeksasi Semantik Laten). LSI Keyword merupakan kumpulan kata kunci yang ditemukan di satu topik tertentu dan saling berhubungan secara semantik. Untuk menemukan variasi kata kunci tersebut, Anda bisa menggunakan layanan seperti LSIGraph atau LSIKeywords

4. Tulis Artikel yang Lengkap
Berapa rata-rata panjang artikel yang sudah Anda terbitkan? 500 kata atau bahkan hanya 300 kata? Jika artikel yang Anda tulis masih berkisar di angka tersebut, sebaiknya mulai tingkatkan kuantitas kata di setiap artikel Anda.

Panjang artikel Anda menjadi salah satu faktor penilaian Google dalam menentukan ranking di hasil pencarian. Google menganggap artikel panjang sebagai artikel yang lengkap dan bisa menjawab pertanyaan para pencari.

Seberapa panjang artikel yang harus Anda tulis agar disukai oleh Google? Berdasarkan analisis Backlink.io, rata-rata panjang artikel blog yang muncul di halaman pertama hasil pencarian Google adalah 1890 kata. Jadi usahakan panjang artikel blog Anda berada di sekitar angka tersebut.

Walaupun begitu, Anda juga harus menyesuaikan panjang artikel blog Anda dengan konteks yang Anda tulis. Misalnya, topik resep membuat nasi goreng hanya membutuhkan 800 kata untuk menjelaskannya secara lengkap. Apakah Anda tetap bisa mendapatkan posisi atas di hasil pencarian? Bisa, asalkan artikel Anda lebih lengkap dari artikel kompetitor-kompetitor Anda. Jadi pastikan untuk melakukan riset kompetitor terlebih dahulu sebelum menulis artikel.

5. Tulis Judul yang Menarik
Judul adalah elemen artikel yang dilihat pertama kali oleh orang di hasil pencarian. Menurut Copyblogger, 8 dari 10 orang mengaku membaca judul sebelum mengklik sebuah artikel dari hasil pencarian. Namun, hanya 2 dari 10 orang yang pada akhirnya benar-benar membaca artikel yang dibukanya.

Oleh karena itu, Anda harus membuat judul artikel yang menarik agar dilirik oleh para pencari di Google. Banyak metode menulis judul yang bisa Anda terapkan. Pertama, gunakan angka dan list. Orang-orang sangat menyukai judul dengan angka dan listicle (list article). Misalnya, di judul artikel ini saya menggunakan judul 10 Cara Jitu Meningkatkan Traffic Website Hingga 2X Lipat.

Kedua, utarakan secara jelas apa yang Anda bahas di artikel. Misalnya, topik yang akan Anda bahas adalah mengenai apa itu blog. Tulis judul yang jelas seperti Pengertian Blog Beserta Jenis, Fungsi, dan Contohnya. Dengan begitu calon pembaca blog bisa mengetahui sekilas apa yang akan mereka dapatkan dari artikel Anda.

Ketiga, masukkan kata-kata sifat yang kuat di judul. Banyak kata sifat yang bisa digunakan untuk judul tergantung topik apa yang akan dibahas. Misalnya, karena artikel ini bertujuan untuk memandu pembaca meningkatkan traffic website, saya menggunakan kata sifat “jitu”. Artinya pembaca akan mendapatkan tips-tips yang benar-benar efektif dari artikel ini. Anda bisa menggunakan terbaik, ampuh, efektif, atau kata sifat lainnya.

6. Tambahkan Visual yang Menarik
Artikel panjang saja tidak cukup. Anda juga harus kreatif mengolah konten Anda menjadi menarik dan tidak membosankan bagi pembaca. Jika hanya dihadapkan pada tulisan saja, tentu pembaca akan bosan dan langsung meninggalkan website atau blog Anda.

Banyaknya pengunjung website yang langsung meninggalkan website atau blog disebut sebagai bounce rate. Bounce rate juga menjadi salah satu faktor penilaian Google di hasil pencariannya. Bounce rate yang tinggi menandakan konten Anda tidak cukup membantu pembaca. Akibatnya ranking website menurun di hasil pencarian dan traffic pun menurun.

Masalah ini dapat diatasi dengan menambahkan visual menarik di artikel blog Anda seperti infografik, foto, atau gambar ilustrasi. Visual menarik tidak hanya membuat pengunjung lebih betah membaca, tetapi juga membantu mereka memahami konten yang Anda tulis.

7. Lengkapi Artikel dengan Video
Untuk bisa bersaing dengan kompetitor, Anda dituntut untuk menulis artikel panjang sekitar 1900 kata. Di sisi lain, membaca artikel panjang juga menjadi pekerjaan berat bagi pengunjung website.

Jika menambahkan infografik atau ilustrasi menarik belum cukup efektif untuk membantu pembaca blog bertahan lebih lama, Anda bisa menambahkan video. Video merupakan cara paling efektif untuk membuat pengunjung website betah membaca artikel panjang Anda.

Semakin betah pengunjung website membaca artikel Anda, semakin baik kualitas SEO Anda di penilaian Google. Artikel yang dilengkapi video memiliki kemungkinan 53 kali lebih besar untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian dibanding artikel tanpa video.

8. Tingkatkan Kecepatan Website

Pengunjung website dan blog tidak sabar menunggu halaman loading. Menurut riset Google, 53 persen pengguna internet Indonesia meninggalkan website yang loadingnya lebih dari 3 detik. Artinya jika loading website Anda lebih dari 3 detik, kemungkinan untuk ditinggalkan pengunjung lebih besar yang mengakibatkan bounce rate tinggi.

Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, bounce rate tinggi bisa menurunkan ranking website atau blog Anda di hasil pencarian. Oleh karena itu, meningkatkan kecepatan website dan blog adalah sebuah kewajiban.

9. Pastikan Website Anda Responsif
Loading website cepat saja belum cukup. Anda juga perlu memastikan website Anda responsif di semua perangkat, baik perangkat desktop maupun perangkat mobile. Apalagi pengguna internet Indonesia kini lebih banyak mengakses internet melalui perangkat mobile. Berdasarkan riset Google, 94 persen pengguna internet Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile.

10. Manfaatkan Internal Link
Internal link adalah link dari satu halaman ke halaman lain di satu website yang sama. Walaupun terdengar sepele, internal link membantu mesin pencari untuk memahami konteks dan hubungan antar halaman di website Anda. Melalui internal link, mesin pencari juga akan mengetahui mana halaman yang paling penting di website Anda. Jadi usahakan buat konten yang bisa saling dihubungkan sehingga Anda bisa membuat internal link yang rapi.

Berita Lainnya

20
02/2021
20
02/2021


Tinggalkan Komentar